Pages

29 Sep 2018

ASUS ZenBook 13 UX331UAL NGGAK CUMA COCOK BUAT TRAVELER TAPI JUGA IDAMAN BUAT YANG MOBILITAS TINGGI



ASUS ZenBook 13 UX331UAL NGGAK CUMA COCOK BUAT TRAVELER TAPI JUGA IDAMAN BUAT YANG MOBILITAS TINGGI

Sore itu saya mendapat jadwal untuk meliput acara Closing O2SN 2018 di DIY. Pukul 18.00 sudah harus berkumpul di Gor Amongrogo Yogyakarta. Tapi sekitar pukul 15.00 saya masih di rumah lantaran baru pulang mengurus SKCK di Polres Boyolali.


Bakalan meliput event, ada live tweet dan tentunya cekrek edit upload instagram, sayapun tidak lupa mengcharge smartphone. Yaiyalah, wong itu peralatan tempur saya. Di GOR nanti juga belum tentu ada colokan buat ngecharge.  


Jam 15.20, saya sudah siap berangkat ke Yogyakarta bersama Pak Suami. Tiba-tiba ada WA  masuk dari Pak Kepala Sekolah. Beliau mengabarkan kalau sinkron dapodik dari sekolah tempat saya bekerja mengalami kegagalan dan harus sinkron lagi. Matilah aku?! Jam sudah mepet, tapi ada tugas sekolah yang belum beres. Padahal, deadline cut off BOS adalah nanti malam sebelum jam 00.00. Bayangkan? Padahal seharian wira-wiri ke Polres, makan siang, saya selalu bawa laptop dan curi waktu buat sinkron. Tapi gagalll...

Saat itulah, rasanya ingin marah, ingin teriak dan ingin mencaci entah siapa. Alhasil, saya meminta Pak Suami untuk membawa laptop. Yah, saya ngeliput event dan nenteng laptop kesana-kemari. Karena... karena ya laptop itu yang harus saya bawa. Aplikasi dapodik ada di laptop itu. Mau tidak mau.... huhuhu... padahal kan laptopnya berat.

Selama meliput event, hatipun tak tenang. Sembari menikmati acaranya, sayapun memantau perkembangan sinkron dapodik di web dapodikdasmen. Kira-kira, sekolah saya sudah masuk ke daftar sinkron belum, ya? Meski was-was lantaran hasil sinkron tadi siang belum masuk, tapi sedikit lega pas buka web dapodikdasmen kalau sekolah akhirnya sudah masuk daftar sekolah yang sudah sinkron. Untuk BOS, berarti sudah aman.

Urusan dapodik bisa dibilang aman. Lalu, ada notifikasi email masuk. Ada draf postingan yang saat itu harus saya posting juga. Dan parahnya, gambar pendukungnya pun saya belum punya. Di situlah, saya kembali menarik nafas dan meyakinkan diri, INI REJEKI.

Lewat smartphone, akhirnya saya berhasil posting job. Meskipun sedikit berantakan, yah tidak apa-apa. Nanti kalau event sudah selesai, saatnya mencari tempat yang aman buat buka laptop dan memperbaiki postingan.

Kejadian ini hampir sama dengan kejadian tahun lalu. Saat itu saya bersama keluarga kecil saya tengah staycation di salah satu hotel di Solo. Sudah diniatkan buat staycation—lepas dari pekerjaan rumah, kantor maupun ngeblog—akan tetapi, kala itu Pak Kepala Sekolah WA dan mengabarkan kalau ada berkas yang harus segera saya kerjakan. Alhasil, staycation bawa-bawa laptop. Huhuhu...


Kejadian ke mana-mana harus membawa laptop itu tidak hanya sekali-dua kali. Tapi sebagai operator sekolah, laptop yang ada aplikasi dapodik maupun PMP itu memang sudah menjadi soulmate. Di mana ada saya ya adapula itu laptop. Wong mudik lebaran ke rumah mertuapun tuh laptop juga tidak boleh ketinggalan.


Bisa dibayangkan, laptop yang berat harus saya bawa ke mana-mana. Capek? Ya pasti... tapi apa boleh dikata? Untuk urusan dapodik maupun PMP tidak bisa pakai smartphone maupun gonta-ganti laptop.

Untuk ngeblog, sekarang sih saya sudah belajar ngeblog pakai smartphone. Nanti kalau di rumah dan koneksi internet lancar, barulah saya perbaiki memakai laptop. Tapi untuk urusan dapodik? Ya tidak bisa ditawar.

Memimpikan laptop yang ringan, tipis tapi kuat
Zaman dahulu, yang namanya komputer itu besar—gendut—dan berat. Seiring berjalannya waktu mengikuti perkembangan zaman, ada laptop yang bisa dilipat dan lebih tipis dari komputer. Akan tetapi, masih saja lumayan berat kalau dibawa ke mana-mana. Argh, namanya juga manusia, mana ada puasnya? Hingga zaman now, banyak bertaburan laptop-laptop yang super slim (tipis), ringan, akan tetapi kekuatannya tidak bisa diragukan lagi.


Dan sebagai Asuser—pecinta brand Asus—saya sudah mengincar laptop idamannya para traveler yang juga cocok buat operator dapodik dengan mobilitas tinggi macam saya ini, ASUS ZenBook 13 UX331UAL adalah jawabannya.

Sedikit cerita tentang Asus yang menarik hati...
Asus. Brand yang memiliki cerita tersendiri di masa kuliah. Mulai digemari lantaran harganya ramah di kantong tapi spesifikasi tak bisa diragukan lagi, sampai dengan cerita kalau saya pernah kehilangan laptop Asus lantaran diambil orang. Huhuhu...


Selain itu, seperti yang kita ketahui semua, ASUS ini adalah Top 2 produsen notebook konsumen dunia dan penghasil motherboard terbaik di dunia. ASUS mendesain dan memproduksi berbagai jenis produk IT untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari, mulai dari notebook, tablet, PC desktop, server, perangkat jaringan, dan smartphone. Ditambah lagi, ASUS juga mendapatkan TOP Brand Award untuk kategori bisnis notebook di tahun 2016 dan juga WOW Brand Award di tahun 2015 untuk kategori bisnis Smartphone.

Jadi, meskipun banyak laptop slim bin ringan yang bertaburan di pasaran, ASUS ZenBook 13 UX331UAL adalah jawaban terbaik dari apa yang saya impikan.

ASUS ZenBook 13 UX331UAL

Kenapa ASUS ZenBook 13 UX331UAL?
Seperti yang saya katakan di atas, saya butuh laptop yang ringan, tipis tapi kuat. Dan itu semua ada pada ASUS ZenBook 13 UX331UAL. Dengan ketebalan yang hanya 13,9 mm dan berat 985 gram—dengan baterai—ASUS ZenBook 13 UX331UAL. Sudah tipis, ringan lagi? Ke mana-mana enggak keberatan kan bawa laptop? Buat operator sekolah dengan mobilitas tinggi seperti saya, ASUS ZenBook 13 UX331UAL adalah soulmate terbaik yang harus saya miliki tahun ini. Tidak hanya itu saja sih, dolanpun pastinya juga enggak masalah bawa laptop.


Oh ya, meskipun ringan dan tipis, tapi ASUS ZenBook 13 UX331UAL ini juga stylish dan tahan banting hlo. Yups, laptop tahan banting. Bahkan, sudah diuji Raditya Dika di channel youtubenya, ZenBook 13 UX331UAL dilindas motorpun tahan banting, ini karena ZenBook 13 UX331UAL menggunakan konstruksi berbasis magnesium alloy... wuaaaa... jadi ingat anak saya yang juga sering nginjek laptop saya... huhuhu...

ZenBook 13 UX331UAL memiliki standar Military-grade- MIL-STD 810G, hlo. Makanya tahan banting. Oh ya, beberapa contoh metode pengujian standar Military-grade MIL-STD 810G bisa dilihat di bawah ini, yah :


Alasan kedua kenapa saya kepengen banget #2018pakaiAsusZenbook karena ZenBook 13 UX331UAL mempunyai performa tinggi. Sebagai operator sekolah dan blogger serta mantan anak TI, performa tinggi ini saya butuhkan banget.

Sebagai operator sekolah, laptop saya harus ada aplikasi dapodik, PMP, e-Raport. Belum lagi menjelang UNBK, aplikasi-aplikasi pendukung UNBK juga harus terinstal di laptop saya.

Sementara sebagai seorang blogger, aplikasi wajib yang harus terinstal di laptop saya adalah aplikasi edit foto seperti photoshop, corel draw dan photoscape. Sementara untuk mengedit video, saat ini saya menggunakan pinnacle studio 12 setelah sebelumnya menggunakan ulead. Dan untuk membuat gambar gif, saya menggunakan macromedia flash. Sayangnya, dengan aplikasi-aplikasi tersebut, laptop saya sering sekali ngehang. Huhhuhu... jadi fix, #2018pakaiAsusZenbook. Aamiin-kan... Aamiin


Berharap banget, tahun ini pakai ZenBook 13 UX331UAL yang dibekali dengan Prosesor Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 yang supercepat, RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe®. Dan untuk menopang performa tinggi yang ditawarkan tersebut, ASUS memadankan prosesor tersebut dengan RAM tercepat DDR4 2133MHz serta penyimpanan kecepatan tinggi dan handal, berbasis M.2 SSD pada ZenBook 13 UX331UAL.

Dan satu hal lagi yang teramat penting bagi saya sebagai seorang operator sekolah dan blogger, yaitu kemampuan Wi-Fi-nya. Pada ZenBook 13 UX331UAL, ASUS memiliki fitur Wi-Fi Master yang membuat laptop ini mampu mendapatkan kecepatan transfer yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya. Dengan Wi-Fi Master, pengguna bisa menikmati streaming video FullHD YouTube yang lebih lancar pada jarak 300 meter atau lebih, atau setidaknya pada jarak 225 meter meski ada interferensi dari perangkat USB 3.0. Jarak ini sekitar 65 meter lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya yang tidak memiliki Wi-Fi Master. Bersama dengan teknologi dual-band 802.11ac, Wi-Fi Master menawarkan kecepatan hingga 867Mbps atau sekitar 6x lebih cepat dibanding single-stream 802.11n. Ini memungkinkan pengguna bisa bekerja dengan lebih leluasa di kantor ataupun di cafe favorit.




Alasan ketiga saya menginginkan ZenBook 13 UX331UAL adalah kinerja yang mumpuni dan baterai super awet. Banyak kerjaan, perlu Wi-Fi tapi Wi-Fi di rumah dan di sekolah tidak bisa diandalkan, biasanya saya akan mencari cafe terdekat yang menyediakan fasilitas WiFi. Akan tetapi, ada loh cafe yang Wi-Fi-nya kenceng tapi tidak ada colokannya. Kan sama saja bohong kalau laptop yang dibawa baterainya tidak tahan lama. Akan tetapi ZenBook 13 UX331UAL ini memang dirancang untuk mereka yang memiliki gaya hidup non-stop, karena ZenBook ini menawarkan kebebasan pemakaian baterai sepanjang hari. ZenBook 13 UX331UAL  ini dilengkapi dengan baterai lithium-polymer 50Wh yang dirancang khusus untuk memberikan ZenBook UX331UAL daya tahan baterai hingga 15 jam.

Untuk performa ZenBook 13 UX331UAL juga tidak bisa diragukan lagi. ZenBook 13 UX331UAL sudah diuji dengan aplikasi benchmark umum seperti PCMark, 3DMark, Geekbench, Cinebench dan Unigine Heaven Benchmark. Berikut ini hasil yang diraih ZenBook 13 UX331UAL:


Alasan keempat saya menginginkan ZenBook 13 UX331UAL adalah ZenBook UX331UAL menjadi lebih aman lagi berkat sensor sidik jari yang ada di touchpad ZenBook UX331UAL menjadi lebih aman lagi berkat sensor sidik jari yang ada di touchpad dan Windows Hello. Jadi tidak perlu lagi mengetikkan kata sandi setiap kali masuk: Cukup satu sentuhan saja. Atau, cukup dengan menghadapkan wajah ke layar laptop, maka pengguna sudah bisa langsung bekerja dengan laptop-nya atau membuka file-file yang kita butuhkan. Ini sangat berguna khususnya buat mereka yang kerap bekerja di lapangan dan membutuhkan akses cepat kapanpun dan di manapun—seperti saya yang lagi ngevent tapi harus posting job. Hehehe....


Alasan terakhir saya menginginkan ZenBook 13 UX331UAL adalah keyboard backlit ukuran penuh dengan desain yang kokoh ada pada ZenBook 13 UX331UAL. Jadi, enggak takut pada cahaya gelap yah, dengan ZenBook 13 UX331UAL kita tetap bisa bekerja dengan baik. Bisa dibilang ini adalah mahakarya ergonomi, dengan jarak penekanan tombol keyboard 1,4 mm yang dioptimalkan untuk kenyamanan saat mengetik. Laptop ini juga didukung dengan teknologi palm-rejection dan mendukung gerakan multi-jari dan tulisan tangan. Wow... keren, kan?


Dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki ZenBook 13 UX331UAL, saya semakin berharap banget kalau #2018PakaiZenBook. Secara yah Zenbook 13 UX331UAL ini adalah #LaptopIdamanSobatTraveler. Tapi cocok juga buat wanita karier yang punya mobilitas tinggi. Heheh...

Aamiin-kan. Semoga #2018GantiLaptopAsusZenbook.










5 comments:

  1. Banyak juga pekerjaan operator sekolah ya, Mak. Apalagi nyambi ngeblog, laptop Asus 13 Zenbook UX331UAL tentu bakal meringankan bebanmu.

    ReplyDelete
  2. Wuaaaaa asus ungunya lucuuu. Sayangnya ilang ya. Semoga disegerakan dapat asus baru ya mbaaaak

    ReplyDelete
  3. Mantap kak... Zenbook seri ini emang cantik dan tangguh! Aku juga pengen laptop model begini hihihi :D

    ReplyDelete
  4. Tipis, warnanya bagus.. saya jadi pengen juga.. ASUS itu memang selalu bikin ngiler kalau ngeluarin produk deh.

    ReplyDelete